creatourities

Forum Kreatifitas Anak mp2 UPI.


    Deskripsi Damri

    Share
    avatar
    chuwqil
    Nyobi
    Nyobi

    Jumlah posting : 9
    Points : 19
    Reputation : 0
    Join date : 05.02.10
    Age : 26

    Deskripsi Damri

    Post  chuwqil on Sun Feb 14, 2010 5:33 am

    Si super tangguh dan kokoh tiada tara. Tak hentinya setiap hari bekerja. Walaupun bobrok dan hampir tak berupa, kau tetap KUAT dan PERKASA ! Selalu disepelekan karena fisiknya yang sudah berantakan. Tapi tetap digunakan dan selalu dapat di andalkan. Setia membantu setiap manusia. Sangat berjasa sampai akhir masa ! Siapakah Dia?


    Yaa… itulah si DAMRI yang luar biasa.

    Banyak hal yang saya dapat teropong ketika saya menggunakan jasa transportasi ini. Sebenarnya ada beberapa macam jurusan yang Dia kuasai. Ada Dago-leuwi panjang, Caheum-leuwi panjang, dll tapi yang sering saya gunakan adalah Ledeng-leuwi panjang.
    Mungkin orang kebanyakan memandang sebelah mata tentang Damri ini, namun dibalik itu semua sebenarnya kita dapat melihat beberapa segmen kehidupan yang kasat namun ternyata konkret. Dan apakah kalian tahu, damri memberikan sensasi tersendiri (kalo anda merasakannya. Can you feel it?).

    Begini ceritanya :
    Setelah saya turun dari bis bekasi-bandung atau cikarang-bandung dari purwakarta, biasanya saya menggunakan jasa damri untuk mencapai daerah tujuan saya. Yaaa.. untuk menyongsong masa depan gemilang gituu looohh! Hahaha* Damri biasanya sudah menunggu kita di terminal. Si bus itu sudah berjajar rapi menunggu untuk kita tumpangi. Jenisnya pun ada 2 macam . ada yang AC dan Non-AC. Perbedaan ini terlihat jelas, kalo yang AC biasanya terlihat lebih modern di banding dengan yang tidak AC dan tarifnya pun sudah pasti berbeda. Tarif AC = Rp 3rb dan NON-AC = Rp 1800 . Murah bukan? Apalagi si damri tidak menuntut apa2 lagi, mau jauh atau dekat, ongkosnya tetap segitu kok, beda dengan angkot. Tak dapat saya pungkiri, saya lebih memilih damri AC dibanding NON-AC, namun sialnya damri AC itu jarang banget, jadi saya biasanya lebih sering menggunakan bis damri NON-AC.
    Ok, lanjut aja yaa, saya lagi di DAMRI NON-AC nih.. saya langsung duduk di sebelah kiri dimana bangku yang disediakan adalah 2. Di kubu sebelah kanan menawarkan 3 bangku (Yahh.. walaupun menurut saya hanya 2 ½ . hehehe). Saya tidak mau duduk di kubu sebelah kanan, karena pasti akan berdesakan (dan saya cukup sadar diri dengan berat badan saya. Hahaha). Lalu sang supir dan kondektur datang dengan gagah mengenakan seragam berwarna biru. Para penumpang pun mulai memadati si kendaraan super yang satu ini. Malah ada yang rela berdiri demi menunggaki damri ini (hebat kan?!). Para Pedagang tidak mau kalah untuk berpartisipasi meramaikan hiruk pikuk damri, mereka bergantian berdatangan berkompetisi menawarkan produk-produk yang menurut mereka menarik. Mereka menggunakan Direct Marketing agar dapat meningkatkan omset penjualannya. Dari produk minuman, makanan, kartu perdana, sampai produk-produk lain yang berguna bagi kehidupan seperti senter, peniti, kerokan dan lain sebagainya(semua deh ada disini). Saya hanya bisa geleng-geleng kepala (ckckckck). kemudian kondektur menghampiri penumpang satu per satu untuk menagih ongkos yang sudah ditentukan. Saya pun langsung menyerahkan selembar Rp 2000 kepada pak kondektur yang bernama Asep (begiitu kata name tag yang Dia sematkan) dan Dia dengan sigap mengembalikan Rp 200 kepada saya. Dan saya menggenggam 2 koin tersebut erat-erat. Setelah selesai sang kondektur menyodorkan kursi tambahan yang ada di bawah bangku utama. Kursi tersebut saya namakan KURSI AJAIB yang dibutuhkan ketika darurat. Kursi tersebut berupa kayu namun cukup nyaman dibandingkan harus berdiri berjam-jam (kalo perjalanan jauh) di damri ini.

    Saya terdiam, tiba-tiba seorang bapak2 keriting datang dengan gitar di tangannya. Suasana semakin ramai ketika sang pengamen mulai memetik senar gitarnya dan membawakan lagu Iwan Fals (Saya lupa judulnya tapi saya yakin itu lagu bang Iwan kok !). Setelah Dia selesai membawakan 2 lagu dan sedikit cuap2 dari mulutnya, Dia menyodorkan topinya meminta sedikit dari rizki kita. Saya dengan segera menyerahkan koin yang ada dalam genggaman saya.
    Hiruk pikuk dalam damri memiliki kesan dan brand image yang jelas. (beginilah damri) penuh dengan manusia dari profesi yang bawah sampai menengah (saya akui yang diatas sedang santai berada dalam CROWN baru dan tidak kepanasan). Dari bayi, balita, sampai orang dewasa.

    Beberapa menit kemudian saya melirik ke belakang (saya duduk di bangku paling depan) . ternya ada 3 orang anak yang sudah siap unjuk gigi menghibur penumpang dalam bus. Damri pun ramai kembali dengan suara gombrank-gombrenk yang dihasilkan dari drum, gitar dan suara penyayi amatiran yang ternyata lumayan itu. 3 musisi itu menyanyikan lagu GAUL masa kini. Lagu yang tidak asing di telinga saya karena saya sering menonton dalam beberapa program acara musik di TV2 swasta. (lagu yang tidak berkualitas namun laku di pasaran. HEBAT !). setelah bernyanyi, satu personelnya maju. Bungkus permen yang Dia sodorkan, saya isi dengan beberapa koin yang saya ambil dalam dompet saya. Sempat terbersit dalam benak saya “kemana orang tua mereka? Mengapa harus anak-anak ini yang menggantikan tugas orangtuanya mencari uang??”. Hmmmm
    Setelah musisi2 itu turun, saya kembali berkutat dengan handphone kesayangan saya. FB-an, Twitteran, sampai sms-an dengan sang pacar tersayang pun saya lakukan untuk membunuh waktu dalam damri dan berharap agar cepat sampai tujuan.

    Di tengah perjalanan, seorang gadis kecil naik dengan menggenggam kecrek yang terbuat dari kayu dan beberapa tutup botol di tangan kanannya. Wajahnya kotor, bajunya pun kotor begitu malang. Apalagi ketika saya memandang ke bawah, ternyata Dia tidak mengenakan alas kaki X((. Dia bernyanyi dengan suara yang menurut komentator “pitch controlnya manaaaa???” dan dengan lirik yang super kacau. Namun saya tetap tahu lagu yang Dia bawakan (ST12-Isabella). Saya tergugah dengan perjuangan anak kecil ini. Dia cantik dan pintar (saya yakin) . tapi mengapa Dia harus berjuang di dunia yang keras ini? Tega nian orangtuanya membiarkan putri kecilnya berkeliaran mencari uang disini. Dia seharusnya bersekolah bukan?? Ironis !


    Apa kalian bisa mengambil satu titik kehidupan dalam kisah ini? Yah.. terkadang kita selalu lupa. Bersyukur ! Bersyukur kepada Allah atas semua yang Dia beri kepada kita. Lihat sekeliling kita. Masih banyak orang2 yg kurang beruntung dibanding kita. Bersyukurlah… !
    avatar
    ibaylocalboy
    Nyobi
    Nyobi

    Jumlah posting : 32
    Points : 53
    Reputation : 3
    Join date : 03.02.10
    Age : 27
    Lokasi : Bandung

    Re: Deskripsi Damri

    Post  ibaylocalboy on Sat Apr 10, 2010 12:10 am

    Panjang bgt ui..
    nyimak dulu yah...
    cyclops cyclops

      Waktu sekarang Mon Oct 23, 2017 5:31 pm